Assalamualaikum wr.wb
Bagaimana kabar hari ini? Sehat, 'kan? Semoga teman-teman dalam keadaan sehat. Aamiin.
Kali ini admin memposting karya baru lagi nih, yang berjudul "Smartphone
adalah kekasihku", oleh saudara Khairil Abdi. Siapa di sini kekasihnya
adalah gadget-nya? Hehe, tidak dipungkiri, 'sih kalau smartphone sangat berdampak
pada manusia. Tergantung manusianya, bagaimana cara memperlakukan smartphone
semestinya. Lantas mengapa saudara Khairil Abdi menganggap smartphone-nya adalah
kekasihnya?
Yuk, dibaca SEPUTAR KARYA DARI KADER.
Selamat Membaca :)
***
Smartphone Adalah Kekasihku
Oleh: Khairil Abdi
Sekarang
siapa yang tidak kenal dengan smartphone?
Dari keluarga kelas bawah sampai kelas atas semua mengetahuinya. Smartphone adalah telepon genggam atau
telepon seluler pintar yang dilengkapi dengan fitur yang mutakhir dan
berkemampuan tinggi layaknya sebuah komputer. Dia juga adalah kekasih untuk
sebagian orang saat ini. Dengan berbagai jenis dan tipe yang memiliki kemampuan
teknologi yang paling mutakhir. Bahkan setiap bulannya selalu ada pembaharuan,
selalu adanya tipe yang baru “baru pekan ini aku membeli smartphone, eh udah
ada yang lebih baru lagi”.
Pengguna
aktif smartphone di Indonesia berkisar 100 juta orang per 2018 lalu, menjadikan
Indonesia sebagai pengguna ke 4 di dunia setelah China, India, dan Amerika.
Dengan kemajuan seperti ini kita bisa menjangkau pertemanan yang lebih luas,
berkomunikasi dengan kerabat jauh, mengetahui mantan sedang apa eaa. Segala sesuatu yang dulunya sulit
untuk di akses kini sangat mudah, contohnya dulu kita harus ke Kota Makassar
untuk mengetahui bagaimana keindahan pantai losari tetapi sekarang tinggal klik
segala yang terkait dengan pantai losari akan muncul terutama kenanganmu
dengannya eaa. Semuanya kini berada
di ujung jari kita, apapun yang kita cari akan muncul dengan mudah.
Dibalik
kecanggihan teknologi smartphone selalu
ada hal yang mengancam ibarat dua mata sisi pisau, ada yang tajam dan ada yang
tumpul. Berita yang viral akhir ini ialah “seorang anak menangis dan meronta
ketika mudik ke kampung halamannya karena ternyata di kampung tersebut tidak
ada jaringan internet” sebuah berita yang miris, bagaimana tidak kita yang
waktu kecil sangat bahagia ketika bisa diizinkan untuk berenang di sungai pada
siang hari bukan seperti sekarang yang pagi, siang, dan malam menatap dan
menetap di depan layar smartphone.
Bukan hanya pada dunia anak-anak tetapi juga lihat di dunia remaja khususnya
mahasiswa, kini kajian keilmuan adalah hal yang sangat jarang di temui bukan
karna pengajar yang kurang tetapi minat mahasiswa yang tidak ada. Bahkan dalam
rana organisasi pun sudah terkontaminasi dengan hal ini, ketika rapat sedang
dilangsungkan tak jarang kita temui ada yang bermain smartphone. Bukan hanya itu, dalam hal menyampaikan inspirasi dan
pertanyaan teoritis pun kini sudah jarang dalam ruang diskusi lebih banyak
menyampaikan kata bijak yang di kutip
dari novel best seller yang di
jadikan status whatsapp atau story instagram demi mengejar eksistensi
di sosialnya. Kataku “makhluk sosial tetapi kok tidak sosialisasi”, katanya “kamu
kuno banget, nggak ngikutin zaman dasar manusia purba”.
Tetapi
inilah kenyataannya, kita dan smartphone adalah
sepasang kekasih dimanapun kita berada ia tak pernah jauh selalu ada bersama
kita. Bahkan kita lebih takut ketika smartphone
itu low battery daripada takut
kematian makanya tak usah heran kenapa orang lebih banyak membawa powerbank atau charger di tasnya di bandingkan membawa kitab suci.
Sekali
lagi tulisan ini bukan untuk memprovokasi kawan-kawan untuk membenci teknologi
tetapi sebagai bahan refleksi untuk sama-sama menyadarkan bahwa
secanggih-canggihnya teknologi, manusia tetap manusia yang membutuhkan manusia
untuk hidup. Walapun dunia maya semakin maju, jangan biarkan dunia nyata
semakin jauh.
***
Nah,
ingat jangan biarkan dunia nyata semakin jauh. Mari gunakan smartphone
seperlu-perlunya. OK!
Semoga
tulisan ini bermanfaat bagi teman-teman dan mari sama-sama menyadarkan dengan
membagikan karya ini ke teman-teman kalian.
Terima kasih.
Qulilhaqqu Walau Kaanaa
Murraa
Wassalamualaikum wr. wb
SALAM GENERASI RAKUS
2 Komentar
👏👏💕
BalasHapusMakasih kakak
BalasHapus