Assalamualaikum wr.wb

          Salam sejahtera bagi kita semua, kali ini admin ingin memposting karya tulis dari salah satu kader luar biasa MEC RAKUS Makassar. Sebelum admin memperkenalkan namanya, admin akan memberi sedikit penjelasan tentang SEPUTAR KARYA TULIS DARI KADER. Seputar karya tulis dari kader merupakan kumpulan karya tulis yang diciptakan oleh kader-kader MEC RAKUS Makassar.
Membuat karya tulis merupakan program kerja dari Bidang Minat & Bakat, dan memposting karya tersebut adalah program kerja dari Bidang Informasi & Komunikasi. Program kerja ini adalah bentuk kerja sama dari kedua bidang tersebut. Jadi, admin memberikan wadah kepada teman-teman dan adik-adik untuk menyumbangkan atau menyalurkan tulisannya di Blog MEC RAKUS Makassar.
Nah, karya tulis ini diciptakan oleh seorang kader MEC berasal dari jurusan Pendidikan Matematika angkatan 2017 atas nama Khairil Abdi. Silahkan membaca :)
.
Jangan Kuliah, Petani Sajalah
Oleh: Khairil Abdi

            Mahasiswa adalah sebutan bagi orang yang sedang menempuh pendidikan tinggi di sebuah perguruan tinggi yang terdiri atas sekolah tinggi, akademi, dan yang paling umum adalah universitas. Sedangkan petani adalah seseorang yang bergerak di bidang pertanian, utamanya dengan cara melakukan pengelolahan tanah dengan tujuan untuk menumbuhkan dan memelihara tanaman dengan harapan untuk memperoleh hasil dari tanaman tersebut untuk di gunakan sendiri ataupun menjualnya kepada orang lain. Kedua penjelasan yang sangat indah diatas itu dari sang pujangga teknologi yaitu wikipedia. Kenapa wikipedia? Tentu kalau mahasiswa yang di pertemukan pertanyaan seperti ini langsung saja menjawab “yah karena mudah mengaksesnya dan kita harus memanfaatkan teknologi, kamu gaptek deh”, klasik dan ungkapan yang menurut saya tidak mencerminkan bagaimana seorang mahasiswa. Katanya Agent of change, moral of force,and social of control tetapi dalam memformulasikan sebuah kata harus menjiplak.
Semakin kesini semakin terpikir bahwa sebagai mahasiswa ingin jadi apa? Terlepas dari agen, moral, dan sosial itu tadi. Di Indonesia ada sekitar 4.504 unit perguruan tinggi yang terdaftar di Ristekdikti (Kementerian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi) pada tahun 2017, di UI (Universitas Indonesia) pada Agustus 2018 melaksanakan wisuda dengan jumlah mahasiswa 8.178 orang. Jika di hitung ada sekitaran itu di setiap universitas di Indonesia maka ada kurang lebih 20 jutaan mahasiswa yang di wisuda setiap tahunnya. Badan Kepegawaian Negara (BKN) memperkirakan jumlah yang tersedia dalam sistem calon pegawai negeri sipil tahun 2018 berkisar antara 200 ribu-250 ribu posisi. Jadi, kembali ke pertanyaan yang tadi, Mahasiswa ingin jadi apa? Mungkin kalianlah yang dapat menjawabnya karena kaliankan mahasiswa.
            Kenapa temanya “Jangan Kuliah, Petani Sajalah” menyoroti untuk menjadi petani, karena menurut saya petani itu keren, sederhana, dan tidak ada paksaan. Pagi hari setelah sarapan langsung berangkat ke sawah ataupun kebun mengurusi apa tugas yang tak terselesaikan kemarin, lalu pulang ketika matahari mulai terbenam. Tugas? Mungkin hanya “Pestisida apa yah yang cocok untuk membasmi hama di ladangku” itu saja. Dibandingkan mahasiswa, pergi pagi hari setelah sarapan langsung ke kampus untuk mengurusi apa tugasnya sebagai seorang pelajar, pulang yang tak menentu kadang malam hari dan kadang juga tak pulang. Tugas? Jangan ditanya, mahasiswa mana yang bebas dengan tugas dan bisa dikatakan bahwa tugas itu ibarat vitamin yang ketika tidak ada maka terasa ada yang hilang dalam diri seorang mahasiswa.
            Sebagai mahasiswa saya merasa heran, mengapa di setiap mata kuliah tidak ada menyinggung tentang kemanusiaan, mungkin ada sebagian tetapi tindakan konkretnya apa? Tidak ada. Hanya terus mengatakan, “kasihan yah orang yang di pinggir jalan yang menghabiskan hidupnya untuk memulung ataupun berjualan koran di lampu lalu lintas” misalnya, tidak ada yang mengatakan “ayo kita bantu saudara kita yang hidup di pinggir jalan” selalu individualisme. Manusia di ciptakan sebagai makhluk sosial yang takkan bisa hidup tanpa ada bantuan dari orang lain, mahasiswa kuliah untuk menuntut ilmu dan meningkatkan taraf kesosialisasiannya, apakah itu terealisasikan di kampus? Sekali lagi kalianlah yang menjawab karna kalian mahasiswa. Petani yang selalu di pandang sebelah mata dalam hal pekerjaan tetapi lihat apa kontribusi petani terhadap Indonesia misalnya? Kita manusia butuh makanan untuk hidup dan petani lah yang memenuhi hak pangan manusia tersebut, tetapi apa yang di dapatkan oleh petani itu berbanding terbalik dengan perilaku masyarakat kepada petani Indonesia yang harusnya di hormati malah di diskriminasi.
            Tulisan ini bukan untuk menjatuhkan seorang mahasiswa, tetapi hanya ingin menyadarkan bahwa penghormatan itu penting, kita ini adalah makhluk Tuhan yang memiliki kodrat yang sama dan masalah jabatan itu cuman titipan tanggung jawab, mahasiswa tetap jalankan kewajibannya sebagai seorang pelajar dan jadilah pribadi bermanfaat bukan benalu yang menjadi sarang suatu penyakit.

Bagaimana teman-teman? Keren, 'kan? Hehehe,
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi teman-teman.
Tetap semangat, ditunggu karya selanjutnya. Seeyouu
Terimakasih telah membaca.

Qulil Haqqu Walau Kaanaa Murra
Wassalamualaikum wr.wb

SALAM GENERASI RAKUS