Sabtu, (28/09/2019) - Mathematic Education Club Rasional Analisis Kritis Universal Sistematis (MEC RAKUS) Makassar kembali mengadakan kegiatan Dialog Pendidikan dengan tema "Ada Apa dengan Pendidikan Hari Ini?"
Dialog Pendidikan merupakan salah satu rangkaian kegiatan Peringatan Hari Lahir MEC RAKUS Makassar yang ke-12 tahun, dimana sebelumnya telah diadakan kegiatan donor darah dua pekan lalu. Kegiatan ini dilaksanakan di Warkop Kembar, Sabtu 28 September 2019.
Peserta dialog diikuti oleh 30 mahasiswa(i) dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar dan Mahasiswa dari Politeknik Negeri Ujung Pandang. Adapun 2 narasumber pada dialog kali ini, yaitu Ayahanda Ridwan Idris, S.Pd., M.Pd (Dosen/Sekretaris Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar) dan Kakanda Muhammad Akbar (Pengurus DEMA-U UIN Alauddin Makassar).
Kakanda Aedil Akmal selaku Domisioner Ketua Umum MEC Periode 2015-2016 dan sekaligus Moderator pada dialog kali ini, menjelaskan dengan singkat tentang kondisi pendidikan yang terlihat saat ini dan memberikan sedikit gambaran agar kegiatan dialog ini terarah.
Kakanda Aedil Akmal selaku Domisioner Ketua Umum MEC Periode 2015-2016 dan sekaligus Moderator pada dialog kali ini, menjelaskan dengan singkat tentang kondisi pendidikan yang terlihat saat ini dan memberikan sedikit gambaran agar kegiatan dialog ini terarah.
"Membahas perihal pendidikan itu tidak lepas dari yang namanya pendidik serta peserta didik. Dua narasumber yang kami undang merupakan masing-masing perwakilan dari hal ini. Pendidik ada dari kalangan dosen (Bapak Ridwan) dan peserta didik ada perwakilan dari Pengurus DEMA-U (Kakanda Muhammad Akbar)", ujar Lidia (Pengurus Harian MEC RAKUS Makassar).
"Pada dasarnya pendidik dan pengajar itu berbeda, yang sering kita jumpai pendidik tak ubahnya menjadi pengajar saja. Padahal tuntutan pendidikan pada perguruan tinggi adalah mencetak mahasiswa bukan hanya untuk menjadi pekerja nantinya tetapi untuk menjadi seorang pemikir" Ujar Muh. Akbar
Ujaran tersebut dibenarkan oleh Bapak Ridwan Idris "Peserta didik yang pikirannya jika selesai pada perguruan tinggi hanyalah menjadi pekerja, sebaiknya tidak usah melanjutkan keperguruan tinggi, cukup tamat pada sekolah menengah saja. Karena benar, tuntutan pendidikan pada perguruan tinggi bukan hanya mencetak mahasiswa menjadi pekerja tapi menjadi seorang pemikir".
Mengakhiri kegiatan dialog tersebut bapak Ridwan Idris berharap setelah kegiatan ini diadakan follow up untuk materi yang seperti ini dan beliau siap untuk menjadi bagian dari follow up nantinya.
📝Informasi & Komunikasi


0 Komentar