Assalamualaikum wr.wb
          Hi, Guys..
          Ketemu lagi, nih. Ada karya tulis lagi nih. Karya ini diciptakan oleh Supriawati, berasal dari Jurusan Pendidikan Matematika angkatan 2016.
          Sebelum dibaca, dimohon jangan ada baver hehe.. Pliss, Jadikan pelajaran. Baiknya diambil, buruknya dibuang jauh-jauh.  Oke, Selamat Membaca. :)
***
Susah Jadi Senior
Oleh: Supriawati

Suatu ketika tanggal 17 November 2018, ketika itu mungkin bisa dianggap sedang menjelang dewasa.  Seorang yang selalu disebut  si pemarah akhirnya meluapkan segalanya dengan tulisan ini. Entah untuk apa, mungkin dengan ini dirinya menjadi lega atau untuk membuat yang ditujukan merasa. Tetapi jika perasa merasa, dia hanya berharap ini bisa membuat mereka paham bahwa menjadi senior adalah ujian terberat dalam berlembaga yang mendewasakan. Ketahuilah bahwa menjadi senior yang baik berawal dari menjadi junior yang baik pula. Untuk menjadi junior hanya butuh satu kali seumur hidup, setelah itu akan lahir generasi selanjutnya yang menjadikan mereka senior selamanya. Jadi, tidak mudah untuk menjadi senior.
Si pemarah ini pernah beranggapan bahwa junior menganggap seniornya begini, "Sudahlah, senior kagak peduli banget sama kita". Sehingga si pemarah ini berkata , “Tahu gak? wahai para junior, disela-sela perkataan kalian tiap hari para senior bercengkrama untuk mencari cara bagaimana bagusnya untuk memperlakukan kalian dan berusaha mencari jalan, untuk membangkitkan semangat awal kalian lagi”.
Beberapa waktu yang lalu, para senior merasakan hilangnya generasi mereka bingung karena apa. Mungkin karena kami (senior) yang tidak maksimal menjaga kalian (junior) atau ada hal lainnya. Oleh karena itu, para senior bercengkrama di grop Wattshap. "Chat-Chat Panitia Tawwa" kata si pemarah. Para senior pun membalas "SUSAHNYA JADI SENIOR". Ya, susah sekali. Selain harus memperjuangkan lembaga dilain sisi senior  harus menjadi penengah diantara kalian, jadi orangtua kalian dilembaga ini,  dan berusaha memperjuangkan kembali semangat para junior karena tanpa kalian apalah arti lembaga.
Si pemarah kembali menulis disebuah buku cacatannya. “Setelah kami (senior) adalah kalian (junior), kalian juga akan merasakan ini (ini bukan kutukan, tapi ini Fakta). Ini mungkin akan menjadi panas ditelinga kalian, tapi kami yakin kalian akan mengatakan hal yang sama ini digenerasi selanjutnya. Sangat susahnya jadi senior, mengumpulkan kalian saja serasa mengumpulkan ulat-ulat dihutan. Mungkin susah dicari, susah dipertahankan, susah bagaimna caranya diperlakukan, tapi  kalian akan menjadi sesuatu hal yang sangat indah. Mungkin lama prosesnya tapi saya yakin kalian banyak dikagumi nantinya.  "Layaknya Kupu-Kupu". Si pemarah yang penuh harapan bahwa waktu akan tepat menjadikan mereka pemeran utama yang layak disanjung.
Benar-benar susah menjadi senior, yang harus marah-marah dulu baru didengar, itupun kalau didengar. Kalau diabaikan? Yah. Sekali lagi, untuk menjadi senior yang baik berawal dari junior yang baik pula. Jadilah junior yang baik karena untuk menjadi junior hanya satu kali saja, sedangkan untuk menjadi senior butuh seumur hidup. Belajarlah :)
Menjadi junior tidak harus menjadi anjing penurut, tetapi menjadi junior yang yang baik untuk seniornya, yang tidak harus tunggu seniornya marah baru bergerak, yang tidak tunggu seniornya menyuruh baru mau. TIDAK. Sesederhananya saja yakni berinisiatif kerja tanpa disuruh. Bukan kami (senior) banyak tahu dari kalian (junior),bukan pula sangat benar sehingga ini serasa seperti pembenaran, TIDAK. Tetapi disini kita sama-sama belajar untuk menjadi orang yang saling menghargai, saling menghormati dan saling menyayangi. Maaf ketika senior kalian belum mampu membuat kalian nyaman, maaf ketika senior kalian belum bisa menjadi kakak atau orangtua kalian. Senior kalian marah karena sayang kalian.
Istirahatlah jika jenuh atau pergilah sejenak, tapi jangan sesekali melupakan jalan pulang atau rumah. Satu hal yang kalian ingat, senior tidak pernah, tidak mempedulikanmu. Jangan pernah menarik diri dan menganggap diri kalian tidak penting. Ketika kalian tidak pernah ada/datang di perkumpulan tersebut, yakin dan percaya kalian akan merasakan tidak dipedulikan. Tetapi ketika kalian selalu ada pada perkumpulan tersebut, saya yakin anda sangat tidak enak ketika anda tidak bisa hadir diperkumpulan tersebut. Bangkitlah! “Jangan Pernah berpikir apa yang akan lembagamu lakukan terhadap kalian, tapi berpikirlah apa yang akan kalian lakukan untuk lembagamu”.
Tulisan ini hanya cerita pendek yang dialami oleh si pemarah yang kini dipanggil mama oleh anak-anak (junior) dilembaganya dan tulisan ini bukan untuk menyakiti hati yang tersinggung buruk. Tersinggung baiklah, karena jika kalian tersinggung buruk saya yakin kalian tidak akan pernah mucul lagi setelah ini. Tetapi ketika kalian tersinggung baik, saya yakin kalian akan sadar dan akan melakukan perubahan menjadi yang tebaik nantinya.
Tetap saling merangkul untuk mencapai masa keemasan yang lebih baik. :)
*Si pemarah
***
          Diambil yang baik-baiknya saja ya, teman-teman. Semoga bermanfaat, Terimakasih telah membaca.
Admin tunggu karya kalian :)
See you.

Qulil Haqqu Walau kaanaa Murra
Wassalamulaikum wr.wb

SALAM GENERASI RAKUS